Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IEA Prediksi Permintaan Minyak Bakal Turun 1,6 Juta Barel per Hari

Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi permintaan minyak dunia akan turun 1,6 juta barel per hari pada 2026, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh dampak penutupan Selat Hormuz yang masih belum terselesaikan antara Washington dan Teheran. IEA mencatat pasokan minyak pada Juli 2026 turun 6,3 juta barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya, menyebabkan volatilitas harga. Harga minyak mentak Brent sempat melewati US$100 per barel, lalu turun hingga US$70, dan kini diperdagangkan di bawah US$90 per barel.

IEA menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar tinggi terus membebani konsumsi meskipun permintaan diperkirakan akan tumbuh sepanjang tahun. Konflik dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz menghambat upaya peningkatan pasokan global. Beberapa faktor seperti penurunan impor Tiongkok, penggunaan rute alternatif, dan pengurangan cadangan minyak mencegah kelangkaan yang sempat diperkirakan pada Maret 2026.

Situasi ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan dari 3,3% menjadi 3% sejak konflik Iran erupsi pada Februari 2026. IMF memperingatkan bahwa kondisi pasar energi yang tidak pasti berpotensi mendorong harga lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat di sisa tahun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait