IEA Prediksi Permintaan Minyak Bakal Turun 1,6 Juta Barel per Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi permintaan minyak dunia akan turun 1,6 juta barel per hari pada 2026, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh dampak penutupan Selat Hormuz yang masih belum terselesaikan antara Washington dan Teheran. IEA mencatat pasokan minyak pada Juli 2026 turun 6,3 juta barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya, menyebabkan volatilitas harga. Harga minyak mentak Brent sempat melewati US$100 per barel, lalu turun hingga US$70, dan kini diperdagangkan di bawah US$90 per barel.
IEA menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar tinggi terus membebani konsumsi meskipun permintaan diperkirakan akan tumbuh sepanjang tahun. Konflik dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz menghambat upaya peningkatan pasokan global. Beberapa faktor seperti penurunan impor Tiongkok, penggunaan rute alternatif, dan pengurangan cadangan minyak mencegah kelangkaan yang sempat diperkirakan pada Maret 2026.
Situasi ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan dari 3,3% menjadi 3% sejak konflik Iran erupsi pada Februari 2026. IMF memperingatkan bahwa kondisi pasar energi yang tidak pasti berpotensi mendorong harga lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat di sisa tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.50
Harga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran Redup
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 16.27
Iran Setujui Rencana Aksi Strategis untuk Selat Hormuz, Larang Semua Kapal Musuh Melintas
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
AS Siapkan Sanksi Baru Iran Isolasi Ekonomi Skala Besar
Berita terkait
Harga Minyak Merosot Setelah Ekspor Lewat Selat Hormuz Meningkat
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.53
Raksasa Migas Panen Cuan Imbas Krisis Selat Hormuz, Ini Buktinya
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 14.15
Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 08.16
Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6% dalam Sepekan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.00