Iran Sebut AS Salah Besar Karena Gunakan Negosiasi untuk Mendikte
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuduh Amerika Serikait (AS) keliru menganggap negosiasi sebagai ajang untuk mendikte, sehingga pendekatan AS terhadap Iran tidak akan berhasil. Dalam konferensi pers, Baqaei menyatakan bahwa AS bertindak dengan "itikad buruk" dan terjebak dalam kesalahan strategis. Menanggapi serangan AS terbaru di Pulau Khark, ia memperingatkan bahwa pasukan Iran akan merespons setiap agresi lebih lanjut.
Baqaei juga menuduh AS melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang diklaim ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, dengan menyatakan bahwa Washington menyetujui komitmen berdasarkan kesepakatan tersebut namun melanggengannya tiga pekan kemudian. Ia menambahkan bahwa AS terus memberlakukan sanksi, blokade laut, dan perang ekonomi terhadap Iran.
Meski demikian, Baqaei menegaskan bahwa Iran tetap akan menggunakan diplomasi untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Ia juga memastikan bahwa Iran tidak sedang bernegosiasi dengan IAEA, namun tetap menjalin kontak rutin. Terkait tuduhan aktivitas nuklir di Kuh-e Kolang, Iran membantah dan menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat mendukung klaim tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.22
Iran Kecam Dukungan Uni Eropa terhadap Tekanan Ekonomi AS
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 19.04
Presiden Iran: Tekanan dan Ancaman AS Berisiko Gagalkan Diplomasi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.06
Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 17.10
AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Tembus 90 Dolar AS
Berita terkait
Media Iran Olok-olok Trump setelah Batal Serang Teheran Besar-besaran
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 07.29
Iran tak Tutup Pintu Damai, Pezeshkian Tunggu Komitmen AS
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.32
Iran Tidak Mencari Perang Tapi Tidak akan Tinggal Diam jika Diserang
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 14.30
Iran serang pasukan Amerika Serikat di Yordania
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 08.29