Oli Mesin-Laptop Beri Tekanan ke Inflasi, Kemenkeu Sebut Efek Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inflasi tahunan pada September 2026 mencapai 3,28%, naik dari 3,19% pada Agustus 2026 dan 2,65% pada September 2025. Semua komponen inflasi mengalami kenaikan, termasuk inflasi inti 2,84%, harga pangan 5,03%, dan harga diatur pemerintah 3,25%. Tekanan utama datang dari oli mesin (19,15%), laptop/notebook, telepon seluler, serta bensin (6,67%) dan tarif angkutan udara (15,25%). Pemerintah menyatakan inflasi komoditas seperti laptop dan pelumas dipengaruhi oleh konflik global yang mengganggu rantai pasokan. Harga pangan didorong oleh risiko El Nino dan peningkatan permintaan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis. Kemenkeu berkomitmen menjaga harga BBM subsidi tetap terjangkau dan memperkuat ketahanan pangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 16.30
Harga Minyak Naik, Kemenkeu Evaluasi Beban Subsidi APBN
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.40
El Nino Tak Cuma Picu Inflasi, Ekspor Komoditas Bisa Terganggu
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 07.07
BPS Catat Harga Beras Naik Imbas El Nino di September
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 05.56
Wamenkeu Sebut Angka Inflasi RI Lebih Baik Ketimbang AS dan Inggris
Berita terkait
Ekonom Prediksi Tekanan Inflasi Masih Tinggi, Beras Jadi Perhatian
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.00
Ekonomi Indonesia 2026 Diramal Tumbuh 5,4%, Bagaimana Nasib Tahun Depan?
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 16.32
Taruna Kelapa
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 06.07
ADB Ramal Inflasi RI Bengkak ke 3,3%, Ekonomi Tumbuh 5,2% di 2026
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.55