Harga Minyak Turun Tipis ke US$95, Pasar Cermati Eskalasi AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak Brent turun menjadi US$95,20 per barel pada Kamis (3/9) akibat ketidakpastian eskalasi militer AS-Iran. Serangan terbaru menjadi baku tembak terbesar sejak Juli, berisiko mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah. Harga WTI turun menjadi US$90,77 per barel. Data Kpler menunjukkan hanya empat kapal pengangkut melintasi Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata 13 kapal. Amerika Serikat melaporkan 17 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz pada Senin, jumlah terbesar sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai. Presiden Trump menyatakan kampanye militer baru tidak akan berlangsung lama dan pasukan AS telah menghancurkan sistem radar serta rudal Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 11.04
Harga Minyak Dunia Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran
JawaPos · 3 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis di Tengah Eskalasi AS-Iran, Cek Pemicu dan Proyeksi OPEC+
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.20
17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.01
Trump: Kampanye Militer AS terhadap Iran Tak Akan Lama, Tapi Siap Menyerang Kapan Pun Kami Mau!
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33
Harga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.50
Harga Minyak Melonjak Imbas Risiko Gangguan Selat Hormuz Kembali Menghantui
kumparan · 1 September 2026 pukul 09.04
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$89 Usai AS Serang Pulau Larak Iran
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.15