Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pakar: OTT Pimpinan Unsoed Runtuhkan Marwah Kampus sebagai Benteng Antikorupsi

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Rektor, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor III Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri menjadi sorotan publik. Kasus ini menandakan bahwa praktik korupsi telah merasuk ke sektor pendidikan, bukan lagi hanya birokrasi pemerintah. Akademisi M. Jamiluddin Ritonga menilai OTT ini sebagai tamparan keras bagi dunia pendidikan tinggi, yang seharusnya menjadi benteng moralitas dan integritas. Menurutnya, keterlibatan pimpinan kampus dalam dugaan korupsi mencederai kepercayaan publik dan menghancurkan marwah akademik.

Jamiluddin juga menyoroti lemahnya pengawasan internal di perguruan tinggi, termasuk minimnya transparansi anggaran dan akuntabilitas. Ia berpendapat bahwa kampus yang seharusnya mendidik kejujuran justru mempertontonkan praktik koruptif, sekaligus kehilangan kekuatan moral untuk mengawasi pemerintah. Kasus ini, menurutnya, harus menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk melakukan pembenahan menyeluruh, bukan hanya menunggu proses hukum selesai.

Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan kampus harus dikembalikan kepada prinsip integritas dan idealisme, agar tidak tergelincir menjadi koruptif. Menurutnya, kampus harus kembali menjadi pusat pencerahan dan benteng moralitas bagi bangsa dan negara.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait