Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

PBB Sebut AS Terindikasi Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Para ahli dari Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB untuk Iran menemukan alasan yang masjemur untuk meyakini Amerika Serikat (AS) telah melakukan kejahatan perang dalam dua serangan di Iran. Laporan yang dirilis pada Kamis (17/09) menyatakan bahwa serangan pertama pada 28 Februari menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, yang diklasifikasikan sebagai fasilitas sipil, menyebabkan tewasnya lebih dari 150 orang, termasuk sekitar 120 anak sekolah. Serangan kedua terjadi di pusat olahraga di Lamerd, Iran Selatan, dengan penggunaan Rudal Serangan Presisi yang menyebarkan butiran tungsten, menyebabkan 22 korban jiwa dan banyak lagi yang terluka. Menurut laporan, kedua serangan tersebut dilakukan tanpa memandang status sipil dan merusak fasilitas sipil, yang melanggar hukum internasional.

Sementara itu, pemerintah Iran juga dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap rakyatnya sendiri selama gelombang protes yang dimulai pada akhir Desember. Tindakan keras ini termasuk pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan pembatasan kebebasan berekspresi. Para ahli PBB tidak dapat memverifikasi jumlah korban secara independen, namun meyakini angka sebenarnya jauh lebih tinggi dibanding laporan resmi yang menyatakan 3.038 orang tewas dan 25.000 terluka.

Gedung Putih menolak tuduhan PBB dan menyatakan bahwa satu-satunya pihak yang melakukan kejahatan perang adalah pemerintah Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) juga membantah melakukan serangan di Lamerd. Laporan ini akan disampaikan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Senin (21/09) dan dapat menjadi dasar untuk kasus di pengadilan internasional, meskipun laporan tersebut tidak mengikat secara hukum.

Peristiwa ini diliput 5 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait