PBB Sebut AS Terindikasi Lakukan Kejahatan Perang di Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ahli dari Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB untuk Iran menemukan alasan yang masjemur untuk meyakini Amerika Serikat (AS) telah melakukan kejahatan perang dalam dua serangan di Iran. Laporan yang dirilis pada Kamis (17/09) menyatakan bahwa serangan pertama pada 28 Februari menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, yang diklasifikasikan sebagai fasilitas sipil, menyebabkan tewasnya lebih dari 150 orang, termasuk sekitar 120 anak sekolah. Serangan kedua terjadi di pusat olahraga di Lamerd, Iran Selatan, dengan penggunaan Rudal Serangan Presisi yang menyebarkan butiran tungsten, menyebabkan 22 korban jiwa dan banyak lagi yang terluka. Menurut laporan, kedua serangan tersebut dilakukan tanpa memandang status sipil dan merusak fasilitas sipil, yang melanggar hukum internasional.
Sementara itu, pemerintah Iran juga dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap rakyatnya sendiri selama gelombang protes yang dimulai pada akhir Desember. Tindakan keras ini termasuk pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan pembatasan kebebasan berekspresi. Para ahli PBB tidak dapat memverifikasi jumlah korban secara independen, namun meyakini angka sebenarnya jauh lebih tinggi dibanding laporan resmi yang menyatakan 3.038 orang tewas dan 25.000 terluka.
Gedung Putih menolak tuduhan PBB dan menyatakan bahwa satu-satunya pihak yang melakukan kejahatan perang adalah pemerintah Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) juga membantah melakukan serangan di Lamerd. Laporan ini akan disampaikan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Senin (21/09) dan dapat menjadi dasar untuk kasus di pengadilan internasional, meskipun laporan tersebut tidak mengikat secara hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 September 2026 pukul 04.50
PBB Ungkap Amerika Serikat dan Iran Diduga Kuat Lakoni Kejahatan Perang
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 06.05
PBB Ungkap Dugaan Kejahatan Perang AS di Iran, 120 Anak Tewas
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 19.50
Misi Pencari Fakta PBB: AS Kemungkinan Lakukan Kejahatan Perang di Iran
kumparan · 18 September 2026 pukul 08.00
Delegasi Iran Diizinkan Hadiri Sidang PBB, Tapi Masih Larang Palestina Masuk AS
Berita terkait
Prancis Bikin AS Ngamuk, Akhirnya Minta Maaf Demi Hal Ini
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.05
Prancis Minta Maaf ke AS Usai Ribut Soal Voting di PBB
kumparan · 13 September 2026 pukul 12.41
Sekjen PBB Guterres desak Iran-AS kembali ke meja perundingan
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 08.38
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 18 September 2026 pukul 17.52