PBB Ungkap Amerika Serikat dan Iran Diduga Kuat Lakoni Kejahatan Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah tim ahli Hak Asasi Manusia PBB menemukan alasan yang kuat untuk mempercayai bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas dua serangan rudal di Iran pada Februari yang menyebabkan tewnyanya minimal 177 warga sipil. Serangan pertama menyerang Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, yang dikategorikan sebagai serangan tanpa membedakan sasaran, menewaskan 156 orang termasuk 120 anak-anak. PBB menegaskan bahwa sekolah tersebut tidak digunakan untuk tujuan militer dan rudal yang digunakan hanya dimiliki oleh AS. Serangan kedua di Lamerd menggunakan Precision Strike Missiles (PrSM) dan menyebabkan 21 korban jiwa, termasuk tujuh anak-anak. Meskipun militer AS membantah keterlibatan, tim PBB menemukan bukti kuat keterlibatan AS berdasarkan jenis rudal yang digunakan.
Laporan PBB juga mengungkapkan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan otoritas Iran selama penindakan keras terhadap protes massal dari Desember 2025 hingga Januari 2026. Akibatnya, lebih dari 3.000 hingga 7.000 warga sipil dilaporkan tewas, sebagian besar adalah para pengunjuk rasa. PBB mendokumentasikan penggunaan senjata api mematikan, penembakan dari atap gedung, penyerangan terhadap fasilitas kesehatan, hingga penangkapan massal yang berujung pada penyiksaan dan eksekusi mati setidaknya 29 demonstran. Tim ahli menyimpulkan bahwa tindakan ini memenuhi kriteria kejahatan terhadap kemanusiaan secara sistematis.
PBB juga memaparkan dinamika konflik terkait, termasuk AS yang menolak visa Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk Sidang Umum PBB, sementara Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak penghentian aneksasi di Tepi Barat. Konflik ini turut memicu kelangkaan pupuk global dan kenaikan harga energi akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz. The Fed juga menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi yang dipengaruhi oleh ketegangan AS-Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 19.50
Misi Pencari Fakta PBB: AS Kemungkinan Lakukan Kejahatan Perang di Iran
Detik.com · 17 September 2026 pukul 17.20
AS Tolak Visa Presiden Abbas, Otoritas Palestina: Tak Bisa Dibenarkan!
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.18
Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.57
Trump Ungkap Tawaran dari Iran: Mereka Ingin Buat Kesepakatan
Berita terkait
Prancis Bikin AS Ngamuk, Akhirnya Minta Maaf Demi Hal Ini
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.05
Prancis Minta Maaf ke AS Usai Ribut Soal Voting di PBB
kumparan · 13 September 2026 pukul 12.41
Sekjen PBB Guterres desak Iran-AS kembali ke meja perundingan
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 08.38
AS Tolak Visa Mahmoud Abbas untuk Sidang Umum PBB Dua Tahun Berturut-turut
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.51