Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Kejar 48 Juta Keluarga Daftar Bansos Digital Sebelum 2027

Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga atau sekitar 50% populasi nasional terdaftar dalam platform Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) pada akhir 2026 sebagai persiapan untuk transformasi penyaluran bansos mulai 2027. Registrasi ini membuka akses bagi masyarakat untuk mendaftar sebagai calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Hingga kini, lebih dari 5,6 juta keluarga telah mendaftar dengan dukungan 289 ribu Agen Perlinsos. Namun, sistem akan melakukan verifikasi dan penilaian untuk menentukan kelayakan penerima bansos. Perlinsos Digital juga bertujuan memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta menyederhanakan proses pendataan melalui teknologi.

Menteri Sosial Gus Ipul menekankan bahwa pendaftaran tidak otomatis menjadikan seseorang penerima bansos, karena keputusan kelayakan ditentukan melalui pemadanan data dan verifikasi. Menghadapi tantangan akses teknologi, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan warga terpencil, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk membantu pendaftaran. Untuk mencapai target 48 juta keluarga, diperkirakan dibutuhkan 2,4 juta agen, jauh di atas jumlah agen yang tersedia saat ini.

Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencapai target 500 ribu keluarga per hari. Keberhasilan Perlinsos Digital diharapkan menjadi fondasi perbaikan tata kelola perlindungan sosial dan menunjukkan keadilan serta kebersamaan republik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait