Pemerintah Pantau Awan Hujan untuk Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama kementerian/lembaga terkait pada Senin, 10 Agustus 2026. Menko Polkam Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa El Nino kuat yang sedang berlangsung diprakirakan bertahan hingga awal September atau awal Oktober 2026. Dampak El Nino saat ini telah menyebabkan karhutla seluas 107 hektare. Untuk menangani karhutla, pemerintah mengerahkan operasi udara dan darat. Hingga saat ini, Satgas Udara mengerahkan sekitar 43 helikopter ditambah 10-15 pesawat fixed-wing sesuai kebutuhan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan dinilai sebagai langkah paling efektif dan dilakukan oleh BMKG serta BNPB. Namun, pelaksanaan OMC bergantung pada keberadaan awan hujan. Menko Polkam menegaskan bahwa hujan buatan tidak dapat dibuat selama awan hujan tidak ditemukan. Oleh karena itu, pemantauan awan hujan menjadi kunci pelaksanaan OMC dalam penanganan karhutla.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.33
Mensesneg: El Nino Sebabkan Pemadaman Karhutla Tak Mudah
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 22.30
Karhutla Kepung RI, Menko Polkam hingga Istana Keluarkan Imbauan
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.49
Pemerintah Waspadai Karhutla di 6 Provinsi, Siagakan 43 Helikopter
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.03
Karhutla di Indonesia Capai 107 Ribu Hektare hingga Agustus 2026
Berita terkait
BMKG Wanti-wanti September Masih Fase Kritis Karhutla
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 14.25
Karhutla Meluas, BMKG Peringatkan Bakal Merembet ke Wilayah Jawa
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 17.05
Menhut Raja Juli Wanti-wanti Karhutla di Puncak El Nino September
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 03.00
Karhutla Meluas, Legislator PKS Anggap Sistem Pencegahan Gagal
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 10.30