Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi: Agar Tak Mudah Terkooptasi

Penasihat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta, Mukti Ali Qusyairi, mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat kemandirian ekonomi agar tidak mudah tergantung pada kekuatan politik atau pihak di luar organisasi. Pendapat ini disampaikan dalam acara Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertajuk 'Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU' di Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin, 24 Agustus 2020.

Mukti menekankan bahwa kemandirian ekonomi penting untuk menjaga independensi organisasi. Menurutnya, ketergantungan ekonomi dapat memengaruhi cara berpikir dan mengambil sikap seseorang. Ia mengaitkan hal ini dengan persoalan tambang yang sedang diperdebatkan di internal NU, yang menurutnya berakar pada lemahnya kemandirian ekonomi organisasi.

Menurut Mukti, NU memiliki potensi ekonomi yang besar karena didukung oleh jumlah warga, pesantren, dan santri yang banyak. Jika dikelola dengan baik, potensi ini dapat menghasilkan nilai ratusan miliar hingga triliun rupiah. Dengan demikian, NU dapat menjadi mitra yang setara dengan negara, partai politik, dan kekuatan lain di luar organisasi, bukan sebagai pihak yang bergantung (patron-client).

Berita terkait