Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi: Agar Tak Mudah Terkooptasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penasihat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta, Mukti Ali Qusyairi, mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat kemandirian ekonomi agar tidak mudah tergantung pada kekuatan politik atau pihak di luar organisasi. Pendapat ini disampaikan dalam acara Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertajuk 'Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU' di Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin, 24 Agustus 2020.
Mukti menekankan bahwa kemandirian ekonomi penting untuk menjaga independensi organisasi. Menurutnya, ketergantungan ekonomi dapat memengaruhi cara berpikir dan mengambil sikap seseorang. Ia mengaitkan hal ini dengan persoalan tambang yang sedang diperdebatkan di internal NU, yang menurutnya berakar pada lemahnya kemandirian ekonomi organisasi.
Menurut Mukti, NU memiliki potensi ekonomi yang besar karena didukung oleh jumlah warga, pesantren, dan santri yang banyak. Jika dikelola dengan baik, potensi ini dapat menghasilkan nilai ratusan miliar hingga triliun rupiah. Dengan demikian, NU dapat menjadi mitra yang setara dengan negara, partai politik, dan kekuatan lain di luar organisasi, bukan sebagai pihak yang bergantung (patron-client).
Bagikan
Berita terkait
Nahdiyin Ingin Pemimpin PBNU Mendatang Independen dari Kekuasaan dan Responsif Gender
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.21
DPS Muktamar ke-35 NU Terbit, Gus Salam Ingatkan soal Legalitas
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 13.36
Parameter Politik Indonesia: Mayoritas Publik Tidak Setuju NU Kelola Tambang
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 00.01
Parameter Politik Indonesia: Mayoritas Publik Setuju NU Jauhi Politik Praktis
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 22.59