Peneliti KAIST Kembangkan ‘Sidik Jari’ Nano untuk Deteksi Keaslian Produk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim peneliti KAIST dan Sungkyunkwan University berhasil mengembangkan 'sidik jari' nano untuk mendeteksi keaslian produk. Teknologi ini memanfaatkan pola unik susunan partikel nano yang dapat dibaca menggunakan cahaya senter ponsel berwarna putih dan laser hijau 542 nm. Penemuan dipublikasikan di Nature Communications pada 23 Juli 2026. Sidik jari nano menggunakan Physical Unclonable Function (PUF) yang aman dari peretasan kata sandi oleh AI maupun komputer kuantum karena tidak bisa direplikasi secara fisik. Teknologi ini dapat dipindahkan ke berbagai permukaan seperti plastik, logam, film transparan, hingga hidrogel, dengan potensi penerapan pada barang mewah, karya seni, dan obat-obatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 19.31
Laporan BISA 2026: Inovasi Perusahaan AS di RI Tembus US$ 24,8 Miliar
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.00
Menaker Sebut AI Bisa Naikkan Produktivitas Hingga 40%
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.55
China Buat Aturan Pembatasan Perjalanan, Termasuk Larangan ke Luar
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.15
China Tolak Seruan Bos Teknologi AS untuk Perlambat Pengembangan AI
Berita terkait
Membangun Jiwa Wirausaha Digital Siswa melalui Mini Creativepreneur Lab di SMAN 5 Bekasi
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.14
China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.30
SMKN 1 Tulungagung Sulap Pembelajaran Pertanian Jadi Bisnis, Melon Dipantau lewat Ponsel
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 20.02
Polimer Jadikan Televisi Bisa Digulung seperti Karpet
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 19.40