Pengamat: Skema BLU Berisiko Menambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ali Ahmudi, Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) dan Ketua RESSED UI, menilai negatif terhadap rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) sektor energi. Menurutnya, skema tersebut berisiko menambah lapisan birokrasi baru, justru menghambat efisiensi dan profesionalisme tata kelola energi nasional. Sektor energi yang memiliki karakteristik bisnis tinggi modal dan teknologi, membutuhkan kepastian investasi, transparansi, dan keputusan yang cepat dan responsif terhadap dinamika pasar. Ali menyampaikan khawatirnya, jika banyak fungsi komersial dimasukkan ke dalam struktur BLU, proses pengambilan keputusan bisa menjadi lebih rumit dan lambat, sekaligus memperlebar ruang intervensi pemerintah dalam aktivitas bisnis energi. Fleksibilitas keuangan BLU juga tidak dijamin menciptakan efisiensi tanpa desain kelembagaan dan pengawasan yang kuat. Ali menekankan pentingnya menilai apakah pembentukan BLU benar-benar menyelesaikan persoalan fundamental sektor energi, bukan hanya menciptakan institusi baru yang berpotensi memperumit tata kelola yang ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 21.09
Pengamat Minta Pembentukan BLU Sektor Energi Perlu Dikaji Mendalam
Berita terkait
Kemenkum Bali Gelar FGD Evaluasi Produk Hukum, Memperkuat Tata Kelola Wisata
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 20.17
Film Dokumenter Besutan CPI Soroti Tantangan Transisi Energi Nasional
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 19.58
Komisi X DPR Desak Tata Kelola Penerimaan Maba Dievaluasi Buntut Kasus Unsoed
Detik.com · 1 September 2026 pukul 19.41
Peneliti Minta Pemerintah Kaji Menyeluruh Pembentukan BLU Sektor Energi
JawaPos · 1 September 2026 pukul 19.02