Pengamat: Tak Elok Pemilihan Rais Aam PBNU Ada Intervensi Luar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Ujang Komarudin menyampaikan bahwa pemilihan Rais Aam PBNU tidak boleh terpengaruh intervensi kekuasaan. NU sebagai pendiri bangsa harus independen dan tidak berada di bawah bayang-bayang istana. Intervensi eksternal dalam proses pemilihan dianggap tidak elok dan merusak marwah organisasi. NU juga memiliki peran strategis sebagai kekuatan masyarakat sipil dalam menenangkan ketegangan sosial-politik. Diskusi ini dilakukan dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU di Jakarta pada 24 Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 20.34
Tokoh NU Adnan Anwar: Rais Aam Harus Jaga Stabilitas NU
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.43
Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum
Berita terkait
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Kiai Mukti Ali Sebut Ulama yang Terlibat Konflik NU Tak Layak Jadi Anggota AHWA
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.45
Kiai Said Aqil Dinilai Lebih Mumpuni Sebagai Calon Rais Aam PBNU
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.32
Wasekjen PBNU: Jangan karena Muktamar, Sesama Warga NU Saling Menjatuhkan
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 09.44
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi: Agar Tak Mudah Terkooptasi
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 01.00