Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Kiai Mukti Ali Sebut Ulama yang Terlibat Konflik NU Tak Layak Jadi Anggota AHWA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH. Mukti Ali Qusyairi, penasihat LBM PWNU Jakarta, menyoroti pentingnya mekanisme Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) dalam Muktamar NU ke-35. Menurutnya, AHWA harus dipilih dari ulama yang memiliki kapasitas ilmu, integritas, dan kemampuan menganalisis persoalan secara mendalam. Dalam sistem Muktamar, 9 anggota AHWA terpilih terlebih dahulu, lalu bertugas memilih Rais Aam. Karena posisinya strategis, KH. Mukti Ali menekankan bahwa anggota AHWA harus terbebas dari konflik kepentingan dan mampu memberikan solusi atas berbagai isu organisasi. Ia menjelaskan bahwa istilah AHWA berasal dari literatur fikih klasik, di mana 'al-hall' berarti mengurai persoalan dan 'al-aqd' berarti mengikat keputusan. Dengan demikian, AHWA bukan sekadar tokoh populer, tetapi kelompok ulama yang mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan ilmu dan moral.
Dalam acara Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU yang digelar di Kafe Trisnoku, Jakarta Pusat, KH. Mukti Ali menyampaikan pandangannya di hadapan peserta yang didampingi oleh narasumber lain seperti Ujang Komarudin dan KH. Adnan Anwar. Diskusi tersebumi tema 'Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU'. KH. Mukti Ali juga menegaskan bahwa ulama yang terlibat dalam konflik atau memiliki kepentingan pribadi tidak layak menjadi anggota AHWA, karena hal tersebut dapat mengganggu proses demokrasi internal NU dan menghambakan proses pemilihan kepemimpinan organisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.43
Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.07
Forum Ulama Nahdliyyin Serukan Perubahan Kepemimpinan PBNU Jelang Muktamar ke-35
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 12.16
Jelang Muktamar ke-35 NU, Ulama Nahdliyin Serukan Tolak Politik Uang dalam Pemilihan AHWA
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 20.34
Tokoh NU Adnan Anwar: Rais Aam Harus Jaga Stabilitas NU
Berita terkait
Jelang Muktamar Ke-35 NU, Forum Ulama Nahdliyin Serukan Tolak 'Serangan Fajar'
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 09.54
Gus Ipul Respons Ma’ruf Amin soal AHWA: Sudah Dilakukan 2 Muktamar Terakhir
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 20.24
Seruan Kiai Sepuh NU Jelang Muktamar ke-35: Jangan Ada Pengondisian-Intervensi
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.08
Kiai Musta’in Syafi’i: Muktamirin Perlu Diseleksi, Diskualifikasi yang Curang
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 22.44