Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia naik kuat pada perdagangan Kamis (20/8) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Kontrak minyak Brent mencapai USD 92 per barel, naik 0,43 persen, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 0,30 persen ke level USD 84,64 per barel. Kenaikan ini didorong oleh prospek konflik AS-Iran dan kekhawatiran akan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik sorot pasca-blokade Iran. Investor menilai ancaman militer di Timur Tengah mendukung permintaan akan pasokan yang terhambat. Namun, Hiroyuki Kikukawa dari Nissan Securities menyatakan harga tetap tinggi namun kekurangan momentum baru tanpa eskalasi besar. Pasar diperkirakan akan bertahan di level tinggi sambil menunggu sinyal jelas mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin AS naik, sementara stok distilat turun, menambah ketidakpastian pasokan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.50
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.30
Pengaruh Iran di Selat Hormuz Melemah, Sampai Kapan Teheran Bertahan?
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.10
Trump Ngamuk Lagi ke Iran: Klaim Hormuz Milik AS-Tutup Pintu Damai
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.30
Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
Berita terkait
Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar 'Kebohongan' AS Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 07.15
Harga Minyak Hari Ini Melambung, Investor Menanti Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 08.57
Harga Minyak Merosot Hampir 5%, Ini Penyebabnya
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 07.49
AS-Iran Beda Klaim Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 09.15