Pengusaha Garut Pekerjakan Napi: Cepat Belajar, Tak Perlu Disuruh Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Mandraguna Pusaka Indonesia (Garut, Jawa Barat) menggandeng Lapas Kelas IIA Garut untuk mengolah limbah industri kulit menjadi pupuk organik cair berbasis asam amino. Sembilan warga binaa lapas ditempatkan di fasilitas produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan, dan dipelihara dua petugas selama bekerja di luar lapas. Awalnya kapasitas produksi hanya 3.000 liter, namun setelah para napi terlatih, kapasitas naik hingga 12.000 liter per hari. Direktur Operasional dan HRD perusahaan, Nazmul, menyatakan bahwa para napi cepat beradaptasi dan tidak perlu lagi diajak secara satu per satu. Kerja sama ini menjadi solusi atas masalah jangka panjang limbah kulit di Garut yang selama puluhan tahun belum terselesaikan.
Bagikan
Berita terkait
DBS Foundation Perkuat Ekonomi Sirkular, Dorong Limbah Jadi Produk Bernilai
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 21.50
Petani Didorong Olah Limbah Batang Sorgum Jadi Arang Bernilai Ekonomi
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 23.28
PLN EPI Olah 561 Kg Sampah Organik per Bulan di Gunungkidul
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
Petani Desa Penggalaman Belajar Atasi Lahan Rawan Banjir dan Buat Pupuk dari Gulma
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.57