Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengusaha Tak Peduli Pasar Lesu, Mesin Produksi Pabrik Jalan Terus

Aktivitas industri manufaktur Indonesia pada Agustus 2026 masih berada dalam zona ekspansi dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 52,30, meskipun turun 0,80 poin dari Juli 2026 (53,10) dan 1,25 poin dari periode yang sama tahun sebelumnya (53,55). Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, 22 subsektor masih dalam fase ekspansi dan menyumbang 98,6% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas kuartal II-2026. Hanya industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang masuk zona kontraksi. Industri minuman dan bahan kimia mencatat nilai IKI tertinggi pada bulan tersebut.

Tekanan pada sektor manufaktur terlihat dari penurunan indeks pesanan baru (53,13, turun 0,67 poin) dan indeks persediaan (46,02, turun 3,16 poin ke zona kontraksi untuk ketiga bulan berturut-turut). Namun, indeks produksi justru naik ke 55,10, level tertinggi sejak Juni 2026. Perlambatan terjadi baik pada industri ekspor (IKI 53,09) maupun domestik (IKI 51,13), menandakan permintaan yang semakin selektif.

Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief, keberlanjutan sektor manufaktur kini bergantung pada kemampuan mempertahankan pasar, efisiensi produksi, dan kelancaran pasokan bahan baku. Meski demikian, resiliensi manufaktur Indonesia dianggap lebih kuat dibanding negara lain, dengan 27,4% pelaku usaha melaporkan kondisi stabil dalam enam bulan ke depan, naik 2,2% dari bulan sebelumnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait