Perang AS-Iran Makan Korban Baru: India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi India diperkirakan melambat signifikan pada tahun fiskal 2026/2027 akibat melemahnya investasi swasta dan lonjakan harga minyak global dari konflik AS-Iran. Survei Reuters terhadap 42 ekonom menunjukkan PDB India hanya tumbuh 6,6%, turun dari 7,7% pada tahun fiskal sebelumnya. Ekonom Societe Generale, Kunal Kundu, menyatakan angka resmi mungkin melebihi kondisi ekonomi riil.
Perlambatan terjadi saat ekonomi India masih bergantung pada belanja pemerintah, sementara investasi swasta belum pulih secara berkelanjutan. Meski data menunjukkan pertumbuhan investasi 10,8% pada kuartal Januari-Maret, banyak ekonom meragukan keberlanjutannya karena pelaku usaha menahan ekspansi karena ketidakpastian permintaan domestik.
Tekanan tambahan datang dari harga minyak mentah yang melonjak karena konflik di Timur Tengah. Sebagai negara yang mengimpor 90% kebutuhan minyak mentahnya, India rentan terhadap kenaikan biaya energi, yang dapat meningkatkan inflasi dan menekan konsumsi. Bank sentral India (RBI) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan Agustus sambil memantau dampak inflasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.46
Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 7% Tembus USD90 per Barel
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 08.16
Trump Ancam Balas Iran, Harga Minyak Naik Nyaris 8%
Berita terkait
Breaking! AS-Iran Kembali Memanas, Negosiasi Damai Buntu
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 07.00
Kurs Rupiah Menguat Ditopang Harapan Pembukaan Selat Hormuz
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.40
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Apa Kabar Kurs Rupiah?
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 12.49
AS Tahan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 5%
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 10.33