Perang Berlarut dengan Rusia Jadi Ladang Korupsi Terbesar di Ukraina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ukraina kehilangan sekitar USD1,2 miliar (Rp18,6 triliun) akibat penipuan, pemborosan, dan kesalahan dalam pengadaan militer pada 2024, laporan New York Times mengutip audit pemerintah rahasia dan catatan pengadilan. Tujuh dari sepuluh kontraktor militer terbesar tetap mendapat kontrak baru meski sedang diselidiki, pernah gagal kirim, atau eksekifnya ditangkap karena korupsi. Ini dijelaskan sebagai 'fenomena yang terus berlanjut'. Auditor juga menemukan 18 perusahaan yang mendapat kontrak meski pernah wanprestasi; enam bahkan tidak pernah menyelesaikan satu pun kontraknya. Penipuan di industri pertahanan disebut 'tradisi lama' di Ukraina. Pakar antikorupsi AS James Wasserstrom menyatakan bahwa 'apa pun yang tidak diamankan ketat di Ukraina akan dicuri'. Konflik dengan Rusia diperkirakan memperparah kesenjangan ini karena tekanan tinggi pada pengadaan cepat.
Bagikan
Berita terkait
4 Pejabat Kejagung Disebut Menerima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Kapuspenkum Buka Suara
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 22.04
KPK Ungkap Anggota DPRD Bengkulu Vinna Ledy Terima 2 Mobil dari Pengusaha
Detik.com · 7 September 2026 pukul 21.45
PT Toba Pulp Lestari Jadi Tersangka Korupsi Transfer Pricing, Kerugian Negara Rp 2 Triliun
JawaPos · 7 September 2026 pukul 21.30
Usut Korupsi Kebun Tebu PT PSMI di Lampung, Jampidsus Periksa 47 Saksi
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 21.06