Perang Iran Belum Ada Sinyal Berakhir, 3 Arab Ini Terancam Batalkan Investasi Besar-besaran ke AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengancam komitmen investasi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) ke AS yang mencapai hampir USD4 triliun. Laporan Peterson Institute for International Economics (PIIE) menyebutkan bahwa tekanan ekonomi akibat perang memaksa negara-negara Teluk meningkatkan belanja pertahanan dan infrastruktur energi domestik, sehingga melemahkan posisi fiskal mereka.
Kondisi ini berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan Qatar menjadi 8,6%, Arab Saudi menjadi 1,7%, dan UEA menjadi 1,7%. Arab Saudi bahkan telah mengurangi porsi investasi internasional Public Investment Fund dari 30% pada 2020 menjadi 20%. Penundaan investasi ini berisiko memicu tekanan politik atau kebijakan tarif dari Gedung Putih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.25
Insentif Pajak Penting untuk Jaga Daya Saing Investasi dan Lapangan Kerja
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 09.45
Harga Perak Hari Ini 15 September 2026 Turun, Cek Rinciannya
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 09.30
BPP HIPMI Optimistis Suahasil Nazara Mampu Perkuat Kepercayaan Investor dan Dunia Usaha
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 09.15
Harga Emas Antam 15 September 2026 Turun Rp 10.000, Cek Rinciannya
Berita terkait
Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 13.42
Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.15
Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Sama-sama Babak Belur
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 07.56
Kesepakatan Nuklir Iran Bisa Tak Terjadi, AS Tetap Tekan Kemampuan dan Ekonomi Teheran
VOI · 7 September 2026 pukul 13.20