Perdebatan soal Israel-AS Terlibat Krisis Imigrasi Ceuta Mencuat di Spanyol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketegangan diplomatik muncul setelah ribuan migran ilegal dari Maroko menyerbu Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Mediterania. Politikus Spanyol menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat di balik krisis ini, didasarkan pada pertukaran sindiran antara Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, dan Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, di media sosial X. Danon mengkritik Spanyol karena menggurui Israel sambil mempertahankan wilayah kolonial di Afrika, sementara Puente merespons dengan sindiran samar.
Perdebatan ini terjadi dalam konteks hubungan Spanyol-Israel yang memanas akibat perang Gaza. Spanyol termasuk negara Eropa paling kritis terhadap Israel, telah mengakui Negara Palestina pada Mei 2024, dan mendesak gencatan senjata. Pengamat politik Carolina Alonso dan anggota parlemen Gabriel Rufián menuduh krisis migrasi ini merupakan bagian dari upaya AS dan Israel untuk melemahkan pemerintah Spanyol demi kepentingan geopolitik, termasuk pengaruh atas Selat Gibraltar. Dubes Israel untuk Spanyol, Dana Erlich, menegaskan bahwa komentar Danon tidak mewakili posisi resmi Israel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 15.58
Israel serang Gaza lagi meski sepakat lanjutkan gencatan senjata
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 07.32
Mengejutkan, Jenderal AS Mulai Angkat Tangan dalam Lindungi Israel karena Krisis Sumber Daya Militer
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 17.20
Zionis Rayakan Invasi 60.000 Migran ke Spanyol, Ini 4 Faktanya
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 08.28
Krisis Ceuta Picu Spekulasi Peran Israel dalam Menekan Spanyol
Berita terkait
Menantu Trump Jared Kushner Lobi Israel untuk Rencana Perdamaian Gaza
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.28
72% Warga Palestina Tolak Pelucutan Senjata Hamas sebelum Penarikan Penuh Israel
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 18.28
Menhan Israel Bersumpah Pasukan Akan Tetap Berada di Lebanon-Suriah-Gaza
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.38
Netanyahu Jadi Beban, Trump Pusing Kena Hajar Sana-sini
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 22.00