Zionis Rayakan Invasi 60.000 Migran ke Spanyol, Ini 4 Faktanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 60.000 migran, didominasi pria muda dari Maroko, menyerbu perbatasan Maroko ke eksklave Spanyol di Ceuta dalam hitungan jam setelah penjaga di sisi Maroko diduga membuka gerbang kawat berduri. Pemerintah Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sanchez menolak menyatakan keadaan darurat nasional namun menerjunkan 60 tentara. Respons Sanchez dikritik oleh beberapa pemimpin sayap kanan Eropa, termasuk Perdana Menteri Italia dan Kanselir Austria, yang menyerukan peninjauan keanggotaan Spanyol di zona Schengen. Di sisi lain, reaksi berkebalikan datang dari beberapa politisi dan komentator Israel yang justru merayakan peristiwa ini. Hal itu disinyalir terkait dengan kebijakan Sanchez yang menyebut perang Israel di Gaza sebagai 'genosida', melarang transit barang militer ke Israel melalui wilayahnya, dan membantah penggunaan pangkalan militer AS di Spanyol untuk menyerang Iran. Para komentator Zionis memandang invasi migran ke Ceuta sebagai hukuman bagi Spanyol atas posisinya tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 17.37
Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.23
Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 10.53
Trump Sebut Krisis Migran Spanyol Jadi Peringatan untuk AS!
Berita terkait
Krisis Ceuta Reda, UE Bantu Pengamanan Perbatasan Spanyol
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.21
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
4 Fakta Pulau Ceuta, Wilayah yang Direbutkan Spanyol dan Maroko
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 00.15
Krisis Ceuta Picu Spekulasi Peran Israel dalam Menekan Spanyol
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 08.28