Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Zionis Rayakan Invasi 60.000 Migran ke Spanyol, Ini 4 Faktanya

Sebanyak 60.000 migran, didominasi pria muda dari Maroko, menyerbu perbatasan Maroko ke eksklave Spanyol di Ceuta dalam hitungan jam setelah penjaga di sisi Maroko diduga membuka gerbang kawat berduri. Pemerintah Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sanchez menolak menyatakan keadaan darurat nasional namun menerjunkan 60 tentara. Respons Sanchez dikritik oleh beberapa pemimpin sayap kanan Eropa, termasuk Perdana Menteri Italia dan Kanselir Austria, yang menyerukan peninjauan keanggotaan Spanyol di zona Schengen. Di sisi lain, reaksi berkebalikan datang dari beberapa politisi dan komentator Israel yang justru merayakan peristiwa ini. Hal itu disinyalir terkait dengan kebijakan Sanchez yang menyebut perang Israel di Gaza sebagai 'genosida', melarang transit barang militer ke Israel melalui wilayahnya, dan membantah penggunaan pangkalan militer AS di Spanyol untuk menyerang Iran. Para komentator Zionis memandang invasi migran ke Ceuta sebagai hukuman bagi Spanyol atas posisinya tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait