Perkuat Tata Kelola Ekspor Mineral, Sucofindo Sinergi dengan KSP dan Danantara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Sucofindo memperkuat peran sebagai perusahaan TIC dalam mendukung tata kelola ekspor mineral nasional. Pengembangan strategi identifikasi mineral ikutan, termasuk Rare Earth Elements (REE) dan unsur radioaktif, bertujuan untuk verifikasi yang komprehensif, akurat, dan akuntabel guna mendukung hilirisasi mineral.
Hal ini sejalan dengan Rapat Koordinasi Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang yang digelar Kantor Staf Presiden. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) setara sekitar 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO). Potensi ini perlu dikelola melalui penguatan tata kelola dan hilirisasi untuk nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Lebih lanjut, Sucofindo mempererat sinergi dengan Danantara Indonesia untuk memperkuat sistem verifikasi ekspor mineral yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi. Danantara menekankan transformasi tata kelola, model bisnis, dan pengembangan SDM sebagai fondasi BUMN yang profesional dan berdaya saing global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 22.12
Perputaran Uang di Ajang MotoGP Mandalika Oktober Diprediksi Rp 5 Triliun
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 08.35
Makin Kuat, Ini Tujuan Danantara Integrasikan Holding BUMN
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 08.03
Perkuat Konsolidasi, Danantara Kebut Restrukturisasi Portofolio BUMN
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 13.17
RI Punya Cadangan Logam Tanah Jarang 350 Ribu Ton, Tata Kelola Ekspor Disiapkan
Berita terkait
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Akademisi Dukung Rencana Presiden Prabowo Beri Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 20.51
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41