Permintaan Global Pulih, Sektor Tekstil Bisa Perkuat Kinerja Ekspor RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia berpeluang memperkuat kontribusi terhadap ekspor nasional seiring pulihnya permintaan global dan meningkatnya kebutuhan produk tekstil berkelanjutan. Indonesia Eximbank Institute mencatat tren pemulihan permintaan terhadap produk tekstil hulu seperti benang, kain tenun, dan kain rajut sepanjang 2025. Namun, pangsa ekspor Indonesia masih menghadapi tekanan dari daya saing negara China, India, dan Vietnam.
Ekspor tekstil nasional diperkirakan tumbuh 2%-3,2% pada 2026 dan hingga 3,5%-4,0% pada 2027, didorong permintaan produk tekstil berkelanjutan di segmen pasar premium. Produk finished fabric menjadi penopang utama dengan porsi sekitar 74% dari total ekspor TPT nasional. Buyer global kini tak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas, ketepatan pengiriman, traceability, dan penggunaan material berkelanjutan.
LPEI mendukung transformasi industri melalui fasilitas pembiayaan pra-pengapalan dan pascapengapalan, Trade Credit Insurance, serta Marine Cargo Insurance. Forum LPEI Export Bandung digelar untuk mempertemukan pelaku industri membahas prospek pasar dan strategi penguatan daya saing ekspor Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.45
Harga Patokan Ekspor Emas Turun 0,7% pada Awal Agustus 2026
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 07.05
Meniti Jalan Tengah Industri Sawit Berkelanjutan dari Pangkalan Bun
Berita terkait
Bos Kadin Ungkap Komponen Tesla-IKEA Ternyata Made in RI!
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 21.00
Bos Danantara Tekankan BUMN Jangan Cuma Jadi Pemain Lokal
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.15
APKARINDO–Nanzan University Bahas Masa Depan Petani Karet di Tengah Tuntutan EUDR
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.55
RI Kalah Lawan Thailand, Vietnam-Singapura, Wamendag Kasih Pesan Tegas
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.55