Pertahanan Semesta dan Wajib Militer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas relevansi doktrin pertahanan semesta di Indonesia dalam menghadapi ancaman perang asimetri dan hibrida. Penulis menekankan bahwa meskipun TNI adalah kekuatan utama, dukungan rakyat terlatih sangat diperlukan karena keterbatasan fiskal dan kompleksitas ancaman modern yang sering terjadi dalam rezim tertib sipil.
Penulis mengusulkan perluasan komponen cadangan melalui kemungkinan penerapan wajib militer terbatas bagi pemuda usia 18 tahun. Program ini bertujuan membangun kedisiplinan, budi pekerti, dan kesadaran bela negara. Selain itu, pelatihan bagi kaum profesional diusulkan untuk meningkatkan kapasitas inovasi dan produktivitas nasional guna menciptakan efek penggentar pertahanan yang kuat melalui sinergi TNI dan rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.22
Pertahanan Semesta dan Wajib Militer
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 15.13
Said Abdullah: Pertahanan Semesta Tetap Relevan bagi Indonesia
Berita terkait
DKI Kirim 29 Siswa Terjaring Unras Dikirim ke Barak
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.10
Bea Cukai dan TNI Gagalkan 4,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Mantuil
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.31
Panglima TNI Ungkap Alasan Bentuk 204 Satuan Baru, Termasuk Tugas Yon TP
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.21
Baru Diresmikan Prabowo, Kodam XXVI/Mataram akan Bermarkas di Godean Sleman
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.20