Said Abdullah: Pertahanan Semesta Tetap Relevan bagi Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Said Abdullah menilai konsep pertahanan semesta tetap relevan bagi Indonesia dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks, termasuk perang asimetris dan hibrida. Penguatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada TNI sebagai kekuatan utama, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat sebagai kekuatan pendukung sesuai amanat UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 2.
Implementasi saat ini mencakup Komponen Cadangan (Komcad), namun Said mengusulkan perluasan keterlibatan masyarakat berdasarkan keahlian profesional. Ia juga membuka gagasan wajib militer terbatas bagi generasi muda untuk membangun disiplin dan kesadaran bela negara, berkaca pada model berbagai negara seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah menjaga profesionalisme TNI sambil memperkuat kesadaran inheren warga negara dalam menjaga kedaulatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.31
Pertahanan Semesta dan Wajib Militer
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.22
Pertahanan Semesta dan Wajib Militer
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 13.51
Prabowo Ingatkan TNI: Kita Bisa Diserang melalui Siber hingga Disinformasi yang Memecah Belah
Berita terkait
Boni Hargens: Aksi 24 September Berjalan Tertib, Bukti Polri Makin Humanis
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 22.49
DKI Kirim 29 Siswa Terjaring Unras Dikirim ke Barak
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.10
Sinergi Lintas Sektoral: Kunci Keberhasilan Agenda Keamanan Nasional
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 21.35
Boni Hargens Optimistis dengan Kinerja Polri, TNI dan BIN
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.50