Peta Minyak Dunia Dirombak Total! Jalur Utama Lumpuh, Negara Importir Menanggung Beban Mahal
SINDOnews± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang di Timur Tengah menghancurkan jalur utama perdagangan minyak dunia. Selat Hormuz, yang sebelumnya mengirim 20 juta barel minyak per hari, kini hanya dapat menyalurkan 6-8 juta barel. Qatar memberikan force majeure pasca-kerusakan fasilitas Ras Laffan akibat serangan Iran. Arab Saudi mengalihkan minyak melalui pipa timur-barat ke Yanbu, mengelilingi Selat Hormuz. Namun, Yanbu tidak memiliki kapasitas dermaga yang cukup untuk menampung seluruh volume minyak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 07.56
Harga Minyak Turun Setelah Iran Serang Kuwait
Berita terkait
Iran Serang Kapal Tanker Arab Saudi Tewaskan 2 Awak, Riyadh Murka
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.24
Harga Minyak Dunia Hampir Sentuh US$ 100, Konflik AS-Iran Memanas
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 07.40
Ngegas Terus, Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Hantam
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.28
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Brent Tembus US$95
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.27