Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Peta Minyak Dunia Dirombak Total! Jalur Utama Lumpuh, Negara Importir Menanggung Beban Mahal

Perang di Timur Tengah menghancurkan jalur utama perdagangan minyak dunia. Selat Hormuz, yang sebelumnya mengirim 20 juta barel minyak per hari, kini hanya dapat menyalurkan 6-8 juta barel. Qatar memberikan force majeure pasca-kerusakan fasilitas Ras Laffan akibat serangan Iran. Arab Saudi mengalihkan minyak melalui pipa timur-barat ke Yanbu, mengelilingi Selat Hormuz. Namun, Yanbu tidak memiliki kapasitas dermaga yang cukup untuk menampung seluruh volume minyak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait