Pezeshkian Tegaskan Iran akan Terus Melawan hingga Agresor Benar-Benar Menyesal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya akan terus melawan agresi hingga pihak yang ia sebutkan sebagai "agresor" benar-benar menyesali tindakan mereka. Dalam pernyataannya melalui akun media sosial X, Pezeshkian menekankan bahwa Iran senantiasa menentang perang dan memandang penghindaran konflik sebagai penting untuk melindungi kepentingan rakyat dan keamanan kawasan. Ia juga menegaskan komitmen Iran untuk melindungi hak-hak bangsa Iran yang besar. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Iran dan AS, meskipun kedua belah pihak pernah menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2025 yang mencakup penghentian permusuhan dan kerangka untuk negosiasi lebih lanjut. Namun, Iran menuduh AS melanggar kesepakatan tersebut dan tidak memenuhi komitmennya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Jepang bahwa langkah AS untuk kembali mematuhi nota kesepahaman akan membuka jalan bagi penurunan ketegangan. Selain itu, Iran dan Oman telah mencapai kemajuan dalam negosiasi pembentukan jalur transit sementara melalui Selat Hormuz.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 20.40
Tak Ingin Perang Selesai, Iran Bakal Paksa AS Tetap Saling Serang
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.32
Menlu Iran: Kepatuhan AS pada MoU Islamabad Kunci Stabilitas Kawasan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.31
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Perlawanan Terhadap Agresor
Detik.com · 8 September 2026 pukul 18.29
Iran Ancam AS dengan 'Perang Ekonomi' dan Rudal Canggih
Berita terkait
Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Apa yang Terjadi?
Detik.com · 5 September 2026 pukul 14.54
AS Lancarkan Serangan Terhadap Target IRGC Iran
VOI · 2 September 2026 pukul 07.05
Iran Apresiasi Sikap Rusia, Ini Alasannya
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.45
AS-Iran Kembali Lancarkan Serangan, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih 3%
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 19.27