Pilu Pemuda Jabar Jadi Love Scammer di Kamboja: Tak Digaji-Dicambuk Sesama WNI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rizky Nur Fadhilah (20), asal Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, bekerja sebagai penipu daring di kantor terpencil di Kamboja. Ia tertarik melamar setelah melihat unggahan Facebook yang menjanjikan gaji tinggi (lebih dari Rp5 juta, hingga Rp10 juta) tanpa syarat pendidikan. Sesampai di lokasi, ia langsung ditempatkan di ruangan berisi 50 komputer dan dipaksa melakukan love scamming: menggunakan foto profil perempuan untuk memikat pria Indonesia agar mengirim video bugil, lalu memeras korban. Selama bekerja, ia tidak pernah menerima gaji dan mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan serta dicambuk oleh rekan WNI yang juga menjadi pengawas.
Pengakuannya viral pada 2025 dan muncul kembali beberapa bulan kemudian dengan detail lebih rinci. Ia menggambarkan sistem hukuman berantai di mana pelaku penganiayaan juga takut dipukul jika tidak menuruti perintah. Kasus ini mengungkap eksploitasi tenaga kerja warga Indonesia di luar negeri, kondisi kerja yang terisolasi, dan praktik penipuan siber yang merugikan korban.
Bagikan
Berita terkait
Kejahatan Love Scamming Kian Marak, Korban dari Orang Mapan hingga Terpelajar
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 14.15
Love Scamming Marak, Komnas Perempuan, Psikolog, Polri Ingatkan Bahaya Relasi Toxic Online
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 13.47
Paskibraka Tim Indonesia Berdaulat Siap Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 08.42
Kereta Garuda Prabayaksa Tiba di Istana Bawa Bendera dan Teks Proklamasi
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 08.38