Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pilu Pemuda Jabar Jadi Love Scammer di Kamboja: Tak Digaji-Dicambuk Sesama WNI

Rizky Nur Fadhilah (20), asal Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, bekerja sebagai penipu daring di kantor terpencil di Kamboja. Ia tertarik melamar setelah melihat unggahan Facebook yang menjanjikan gaji tinggi (lebih dari Rp5 juta, hingga Rp10 juta) tanpa syarat pendidikan. Sesampai di lokasi, ia langsung ditempatkan di ruangan berisi 50 komputer dan dipaksa melakukan love scamming: menggunakan foto profil perempuan untuk memikat pria Indonesia agar mengirim video bugil, lalu memeras korban. Selama bekerja, ia tidak pernah menerima gaji dan mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan serta dicambuk oleh rekan WNI yang juga menjadi pengawas.

Pengakuannya viral pada 2025 dan muncul kembali beberapa bulan kemudian dengan detail lebih rinci. Ia menggambarkan sistem hukuman berantai di mana pelaku penganiayaan juga takut dipukul jika tidak menuruti perintah. Kasus ini mengungkap eksploitasi tenaga kerja warga Indonesia di luar negeri, kondisi kerja yang terisolasi, dan praktik penipuan siber yang merugikan korban.

Berita terkait