Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Love Scamming Marak, Komnas Perempuan, Psikolog, Polri Ingatkan Bahaya Relasi Toxic Online

Kejahatan love scamming berbasis digital semakin marak di Indonesia. Komnas Perempuan mencatat jumlah pelapor korban kekerasan berbasis gender online, termasuk love scamming, sudah menyamai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Perwakilan Komnas Perempuan Robi Kurniawan mengungkapkan bahwa tren ini terus meningkat setiap tahun dan patut diwaspadai.

Pola love scamming biasanya melibatkan pembangunan relasi personal oleh pelaku terhadap korban. Pelaku umumnya bukan orang asing, melainkan seseorang yang sudah dikenal dekat seperti pacar, mantan pacar, hingga mantan suami atau istri. Hal ini membuat korban lebih mudah terpengaruh karena sudah memiliki ikatan emosional sebelumnya.

Psikolog Dra. A. Kasandra Putranto menegaskan bahwa korban love scamming tidak memiliki profil khusus. Siapa saja bisa menjadi sasaran, baik dari kalangan tua maupun muda, yang sudah memiliki pasangan maupun lajang, bahkan mereka yang terpelajar dan mapan secara ekonomi. Kondisi haus akan kasih sayang dan perhatian dimanfaatkan pelaku untuk melakukan manipulasi hingga menguras harta korban.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait