Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN Watch: Pembentukan BUMN Kelistrikan Baru Bisa Lemahkan PLN

Wacana pembentukan BUMN kelistrikan baru dinilai berisiko melemahkan PT PLN. KRT Tohom Purba dari PLN Watch menyoroti potensi fragmentasi pasar, di mana entitas baru dapat mengincar pasar industri dan komersial yang menguntungkan, sementara PLN tetap menggulung beban kewajiban pelayanan publik seperti elektrifikasi wilayah terpencil, subsidi, dan pemeliharaan jaringan. Tohom memperingatkan bahwa pembagian pasar dapat menciptakan ketimpangan struktur bisnis yang berbahaya, di mana keuntungan terpisahkan tetapi beban tetap dikumpulkan di PLN, berpotensi melemahkan struktur keuangan perusahaan yang membutuhkan pendanaan besar untuk transformasi energi dan digitalisasi.

Sebagai alternatif, PLN Watch mendorong pemerintah untuk lebih fokus memperkuat PLN melalui struktur holding dan subholding yang sudah ada, seperti PLN Indonesia Power, PLN Nusantara Power, dan PLN Energi Primer Indonesia. Tohom menekankan bahwa PLN harus menjadi 'national electricity champion' yang kuat, modern, hijau, dan efisien, dengan kebijakan yang didasarkan pada perspektif jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara bisnis dan pelayanan publik. Pemerintah juga diimbau untuk memberikan otonomi operasional yang lebih besar kepada subholding PLN guna mempercepat pengambilan keputusan investasi.

PLN Watch tetap akan mengawasi dan mengkritisi kebijakan apabila ditemukan inefisiensi, pelayanan buruk, atau keputusan korporat yang merugikan konsumen dan negara. Keberhasilan transformasi PLN harus diukur tidak hanya dari kinerja keuangan, tetapi juga dari keandalan pasokan, keterjangkauan tarif, kualitas pelayanan, dan kemampuan mendukung pertumbuhan industri serta pemerataan elektrifikasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait