Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan migran ilegal, mayoritas dari Afrika sub-Sahara, mencoba menerobos wilayah eksklave Spanyol di Ceuta melalui kota Fnideq. Otoritas Maroko mencegat lebih dari 100 orang menggunakan gas air mata dan memperketat pengamanan dengan mengerahkan angkatan darat, kapal cepat, serta drone. Langkah ini diambil setelah adanya indikasi rencana penyeberangan massal yang beredar di media sosial.
Insiden ini terjadi dua minggu setelah lonjakan 78.000 migran yang menyebabkan 100 orang tewas. Spanyol merespons dengan mengerahkan 1.500 petugas keamanan serta memasang pagar logam dan penghalang terapung. Krisis ini memicu ketegangan diplomatik di Uni Eropa, di mana Italia, Finlandia, dan Denmark memperketat pemeriksaan perbatasan, sementara Republik Ceko mengusulkan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol. PM Pedro Sanchez menegaskan bahwa Ceuta bukan bagian dari wilayah Schengen.
Bagikan
Berita terkait
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
57 Orang Tewas, Migran Ilegal Balik ke Maroko Usai Serbu Kota Otonom Spanyol
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 09.59
Bertambah, Korban Tewas Gelombang Migran Ilegal ke Spanyol Jadi 80 Orang
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 06.13
Serbuan Migran Ceuta, Tanggung Jawab Siapa?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.57