Polisi Israel Kembali Serbu Pusat Pelatihan UNRWA di Yerusalem Timur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polisi Israel menggerebek kembali Pusat Pelatihan UNRWA di Kalandia, Yerusalem Timur pada Hari Minggu (25/8). Ini terjadi setelah operasi empat hari sebelumnya yang memicu kritik Arab dan PBB. Israel meninggalkan kamera pengawas dan identitas tentara di pusat pelatihan yang didirikan 1952 untuk melatih ratusan pengungsi Palestina setiap tahun. Menteri Keamanan Israel menyatakan tidak ada tempat bagi UNRWA di Yerusalem. UNRWA mengecam serangan tersebut sekaligus menegaskan komitmen melanjutkan pendidikan. Serbuan terjadi di tengah tekanan Israel terhadap UNRWA, termasuk undang-undang yang membatasi operasinya mulai 2025. Mahkamah Internasional menegaskan Israel harus menghormati lokasi PBB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.30
Palestina: Pengepungan Al-Mughayyir oleh Israel telah Berlangsung 20 Hari
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.36
Wamenlu Anis Matta Desak OKI Lakukan Aksi Nyata Hadapi Israel
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 14.55
Aksi Langka Netanyahu, Kali ini Membela Warga Palestina, Justru Mengecam Kelompok Pemukim Israel
ANTARA News · 30 Agustus 2026 pukul 13.22
Indonesia desak langkah nyata OKI hadapi Israel
Berita terkait
Israel Perkuat Pasukannya yang Menduduki Fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 07.00
PBB Kecam Ulah Israel yang Kembali Menyerbu Pusat Pelatihan Qalandia di Yerusalem Timur
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 06.20
Menteri Keamanan Nasional Israel Puas dengan Kondisi Keras Bagi Tahanan Palestina
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 09.00
Israel akan Kembalikan Jenazah Anak Palestina yang Ditahan Sejak Tewas November 2025
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 04.00