Sarjito Ingin Bursa Komoditas Jadi Senjata Tekan Kebocoran Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sarjito, Kepala Eksekutif BMKS OJK, mengusulkan pembentukan bursa komoditas sebagai instrumen pengawasan untuk menekan under-invoicing dan transfer pricing. Bursa akan memastikan transaksi komoditas tercatat transparan dengan data harga dan volume yang akurat. Sarjito berambisi Indonesia, sebagai produsen nikal terbesar, menjadi price maker dunia. OJK target menerbitkan POJK awal 17 September 2026, menunggu Perpres untuk menentukan komoditas strategis pertama yang diperdagangkan secara bertahap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.06
Purbaya Tak Naikkan Pajak dan Cukai Baru, Pilih Perketat Pengumpulan Pajak
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 18.15
Bos Bursa Mineral OJK: Harga Nikel Tak Lagi Ditentukan Negara Lain
Detik.com · 8 September 2026 pukul 14.39
Kejagung Ungkap Akal-akalan PT TPL di Kasus Rugikan Negara Rp 2 Triliun
Berita terkait
Babak Baru Korupsi Transfer Pricing, TPL Jadi Tersangka Korporasi
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.01
PT Toba Pulp Lestari Jadi Tersangka Korupsi Transfer Pricing, Kerugian Negara Rp 2 Triliun
JawaPos · 7 September 2026 pukul 21.30
Kasus Transfer Pricing PT Toba Pulp Lestari Merugikan Negara Rp 2 Triliun
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 19.49
Kejagung Tetapkan PT TPL Tersangka Korupsi Transfer Pricing Rugikan Negara Rp 2 T
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.26