Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo: Pelaku Karhutla harus Diberi Sanksi Pidana

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tindakan tegas. Dalam rapat terbatas yang dipimpinnya dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/9), Prabowo memerintahkan agar sanksi bagi perusahaan yang terlibat tidak hanya terbatas pada pencabutan izin usaha, tetapi juga mencakup penelusuran unsur pidana. Langkah ini disampaikan setelah Kapolri melaporkan dugaan pembakaran sengaja dan keterlibatan puluah korporasi dalam kasus karhutla. Prabowo menekankan bahwa perusahaan yang terbukti melanggar, terutama yang sebelumnya sudah pernah diberi sanksi namun kembali melakukan pelanggaran, harus ditindak tanpa kompromi. "Jika sudah diberi sanksi sebelumnya dan masih melanggar, kita harus cabut semua izinnya," tegasnya. Prabowo juga menginstruksikan Kapolri untuk mengerahkan seluruh kekuatan jajarannya guna mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut. "Saya minta all out. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini," ujarnya. Menurut laporan penegakan hukum (Gakkum), 80 persen dari total peristiwa kebakaran lahan diduga disebabkan oleh faktor kesengajaan. Kapolri telah menetapkan 138 tersangka karhutla dan mencabut 42 izin korporasi. Di samping penegakan hukum, Prabowo mengingatkan jajaran pemerintah untuk tetap waspada karena potensi kerawanan karhutla masih tinggi dalam satu setengah bulan ke depan. Ia meminta langkah antisipasi dan solusi yang lebih komprehensif untuk mencegah kejadian serupa. "Kita harus punya stamina, ketahanan. Kita akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh," jelasnya. Prabowo juga menekankan pentingnya persiapan yang lebih masif dan koordinasi yang lebih efektif dalam pengendalian kebakaran hutan di masa mendatang. "Masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan," pungkasnnya. Berdasarkan laporan BNPB, luas lahan terbakar di Riau mencapai 19.851 hektar, Sumatera Selatan 6.552 hektar, dan Jambi 2.998 hektar. BMKM Pekanbaru juga mendeteksi 4.028 titik panas di Sumatera, dengan Sumatera Selatan sebagai penyumbang terbanyak. Kabut asap dari kebakaran ini mulai memperburuk kualitas udara di Riau. Upaya penyelamatan satwa juga dilakukan, dengan 33 satwa liar, termasuk 21 orangutan, berhasil dievakuasi dari lokasi karhutla di Kalimantan Barat. BNPB juga menyiapkan 3 ton garam untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Timur guna mengatasi karhutla dan kekeringan ekstrem. Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada nota protes dari negara tetangga terkait isu karhutla ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait