Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo: Rp50 Triliun Dulu Habis hanya untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari upaya reformasi. Dari total 1.074 BUMN yang ditemukan, termasuk anak dan cucu usahanya, pemerintah menargetkan hanya tersisa maksimal 300 BUMN yang produktif dan menciptakan nilai tambah pada akhir tahun 2026. Dengan penutupan ini, pemerintah berhasil menghemat overhead sebesar Rp50 triliun per tahun yang sebelumnya digunakan untuk membiayai gaji direksi dan komisaris serta operasional tidak produktif.

Uang yang dihemat dari penutupan BUMN ini, katanya, akan dialokasikan untuk kepentingan yang lebih strategis seperti investasi, industrialisasi, dan peningkatan pelayanan publik yang langsung memberikan manfaat kepada rakyat. Presiden juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan BUMN agar tidak terjadi penyimpangan atau korupsi.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan target lain seperti swasembada bawang putih dalam tiga tahun, renovasi seluruh sekolah nasional termasuk pesantren yang ditargetkan selesai pada 2029, dan komitmen melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah stunting. Ia juga mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam pengelolaan BUMN hingga 30 tahun ke belakang dengan opsi amnesti khusus.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait