Prancis Kecam Kekerasan yang Dilakukan Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengecam kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Tindakan ini membenarkan sanksi terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Pemerintah Prancis menyatakan kekerasan di Tepi Barat memalukan dan menuntut sanksi lebih untuk yang terlibat. Pada Juni 2026, Prancis bersama Inggris, Kanada, dan Norwegia mengumumkan sanksi koordinasi terhadap jaringan Israel. Data PBB menunjukkan 76 warga Palestina tewas di Tepi Barat pada Agustus 2026, termasuk 18 anak. Sekitar 3.800 warga Palestina mengungsi tahun 2026, hampir separuhnya anak-anak. Lebih dari 1.430 insiden kekerasan terdokumentasi, menyentuh 260 komunitas Palestina.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.50
Eropa-Kanada Ngamuk ke Israel, Marah Besar Lihat Ini
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.12
Kanselir Jerman Kecam Menteri Israel Soal Bunuh Warga Palestina!
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 04.37
Rencana Israel Buka Tender Permukiman di E1 Tepi Barat Panen Kecaman Negara Barat
Berita terkait
Trump Mulai Gerah, AS Biarkan Sekutu Jatuhkan Sanksi ke Israel
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.20
Dubes Palestina Menyambut Baik Pengumuman Sanksi Terhadap Permukiman Ilegal Israel
VOI · 9 September 2026 pukul 14.45
Inggris Sanksi Pemukiman Ilegal di Tepi Barat, Hubungan Diplomatik dengan Israel Memanas
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.52
Menlu Inggris: Israel Tutup Mata soal 'Pembersihan Etnis' di Tepi Barat
Detik.com · 8 September 2026 pukul 22.51