Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Baru Umumkan Darurat Nasional, Turunkan Militer

Keiko Fujimori dilantik sebagai presiden perempuan pertama Peru yang terpilih melalui pemilu. Dalam upacara pelantikan di Lima, ia mengumumkan keadaan darurat nasional dan menugaskan militer memimpin operasi keamanan di wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi hingga ketertiban pulih. Fujimori menerima Peru dalam kondisi 'katastrofik' namun menyatakan negara itu memiliki potensi tidak terbatas.

Fujimori, pemimpin konservatif berusia 51 tahun, mengalahkan kandidat kiri Roberto Sánchez dalam putaran kedua pemilihan yang ketat pada Juni lalu, setelah empat kali mencalonkan diri. Kampanyenya berfokus pada perang keras terhadap kejahatan yang meningkat. Peru menghadapi krisis keamanan terburuk dalam beberapa dekade akibat berkembangnya kelompok kriminal lokal dan asing yang terlibat pembunuhan bayaran dan pemerasan.

Selain isu keamanan, Fujimori berjanji melindungi masyarakat dari dampak El Niño serta menaikkan upah minimum. Ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi Peru yang merupakan salah satu tertinggi di Amerika Latin. Fujimori menjadi presiden ke-10 Peru dalam satu dekade terakhir, di mana tidak ada pemimpin yang menyelesaikan masa jabatan penuh. Sejumlah pemimpin sayap kanan dari Argentina, Ekuador, dan Chile hadir dalam pelantikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait