Presiden Iran Sebut Mojtaba Khamenei Sehat Usai Pertemuan 7 Jam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Revolusi, Mojtaba Khamenei, dalam kondisi fisik sehat setelah pertemuan selama tujuh jam. Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan nasional, termasuk tantangan akibat sanksi, penghidupan masyarakat, lapangan kerja, dan perumahan. Pezeshkian menekankan bahwa menjaga persatuan dan kebersamaan merupakan nasihat utama dari Khamenei. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menyampaikan bahwa Khamenei mendengarkan dengan tenang berbagai kekhawatiran yang disampaikan. Pernyataan ini muncul setelah otoritas Iran merilis video langka yang menampilkan Khamenei, yang sebelumnya menjadi subjek spekulasi mengenai kesehatannya. Mojtaba Khamenei dilaporkan luka parah akibat serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, yang juga menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi pada awal Maret, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik dan lebih sering berkomunikasi melalui pernyataan tertulis. Ketiadaannya dari acara publik, termasuk prosesi pemakaman ayahnya, memicu berbagai spekulasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 01.10
Siapa Ahmad Vahidi? Panglima IRGC yang Dituding Mendalangi Pengeboman Pusat Yahudi di Argentina
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 03.30
5 Alasan Perombakan Petinggi IRGC, Siap Hadapi Perang Besar dan Berlarut
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.40
Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz
Berita terkait
Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei, Kondisinya Sehat dan Tidak Ada Cedera
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 01.10
Iran Akan Gelar Peringatan 40 Hari Pemakaman Ayatollah Khamenei
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 01.10
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19
Wapres AS Sebut Nuklir Iran Bukan Lagi Prioritas AS, Terus Apa?
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.16