Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Freeport Siapkan Tambang Baru Demi Jaga Produksi

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyiapkan tambang bawah tanah baru untuk menjaga produksi tetap stabil setelah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) berakhir pada 2041. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan pembangunan tambang bawah tanah membutuhkan waktu 15-20 tahun sejak eksplorasi hingga berproduksi, sehingga persiapan harus dimulai jauh sebelum izin berakhir. Contohnya, Grasberg Block Cave yang ditambang pada 2016-2017 telah disiapkan sejak 2004 atau 13 tahun sebelumnya. Karena itu, Freeport mengajukan perpanjangan IUPK agar tidak terjadi penurunan produksi setelah 2041.

Tony menegaskan kepastian perpanjangan izin penting agar tambang baru dapat dikembangkan sebelum produksi tambang eksisting menurun. Keberlanjutan operasi juga berdampak pada 35 ribu tenaga kerja, program community development hampir Rp2 triliun per tahun, dan penerimaan negara. Kontribusi Freeport ke negara mencapai Rp75 triliun tahun lalu dan diperkirakan Rp120 triliun per tahun pada 2028. Ia menambahkan tidak ada pihak yang diuntungkan jika tambang berhenti pada 2041 karena tambang bawah tanah yang telah dieksploitasi tidak bisa dialihkan ke pihak lain karena akan runtuh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait