Prof. Eko: Perkuat Tata Kelola MBG dari Kapasitas Dapur hingga Pengendalian Suhu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prof. Eko Hari Purnomo IPB menyatakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam skala besar memerlukan tata kelola keamanan pangan yang lebih ketat. Produksi makanan untuk ribuan penerima manfaat tidak serupa dengan memasak rumah tangga, meliputi pemilihan bahan baku, penyimpanan, memasak, dan distribusi yang harus dirancang sesuai kapasitas. Dapur yang melayani 1.000-3.000 penerima membutuhkan peralatan yang mampu menghasilkan panas merata, terutama untuk bahan berprotein seperti telur, daging, ikan, dan susu untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Kapasitas setiap SPPG perlu disesuaikan dengan fasilitas, tenaga kerja, dan sistem distribusi. Pengelolaan bahan mentah memerlukan fasilitas pendingin memadai serta prinsip FIFO (first in, first out) agar tidak terlama tersimpan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 19.45
Dapur MBG Layani Ribuan Orang, Ahli Pangan Minta Pengendalian Suhu Diperketat
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 20.17
Pengawasan MBG Segera Berjalan, Rp 509 Miliar Disiapkan BPOM
Berita terkait
Ketegasan BGN Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Tuai Apresiasi
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.48
Hasil Survei MBG Paling Dirasakan Manfaatnya, Pakar Tekankan Keamanan Pangan
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 00.29
Peringatan Keras Kepala BGN buat Kepala Dapur MBG
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 06.00
BPOM Siapkan 41 Ribu Sampel MBG Meski Anggaran Pengawasan Dipangkas
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 05.37