Profil Arsul Sani, Hakim MK yang Pernah 3 Minggu Kursus Bahasa Inggris di Kampus yang sama dengan Gibran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arsul Sani, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia, terlibat dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 pada Rabu (1/10/2026). Dalam sidang tersebut, ia membantah adanya konflik interesi yang sebelumnya dikaitkan dengan riwayat pendidikannya. Arsul menuturkan bahwa pernah mengikuti kursus Bahasa Inggris selama 3 minggu di Insearch Learning Center yang kemudian berganti nama menjadi University of Technology Sydney (UTS) College. Ia menjelaskan bahwa ia juga alumni UTS, sehingga paham struktur dokumen dan jalur pendidikan di lembaga tersebut. UTS College memiliki koneksi dengan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Arsul menekankan bahwa pengalaman pendidikannya tidak menghalangi ia untuk secara profesional memroses kasus PHPU terkait keabsahan ijazah Gibran. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak pernah bekerja atau memiliki hubungan dengan UTS College selain sebagai peserta kursus singkat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 15.15
Gugatan Berjalan, Mahfud MD Sebut Nasib Wapres Gibran Ada di Tanggal 5-6 Oktober
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.32
Denny Indrayana Menunggu Gibran dan Dua Menteri Prabowo di Gedung MK
Berita terkait
Gugatannya Denny Indrayana ke Gibran Dianggap Prematur: Isu Penyetaraan Pendidikan Seharusnya...
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 07.45
Rismon: Tuduhan Cacat Administratif Pendidikan Gibran di Gugatan Denny Indrayana Masih Prematur
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 21.22
Denny Indrayana Telusuri Sekolah Gibran, Jawaban yang Didapat Bikin Buntu
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 10.15
Kubu Denny Indrayana Bongkar Keanehan Riwayat Pendidikan Gibran: Ini Tidak Konsisten
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 09.55