Profil Paul Biya, Presiden Tertua di Dunia yang 2 Bulan Kunjungan ke Eropa Tak Pulang-pulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Paul Biya, presiden Kamerun berusia 93 tahun, meninggalkan negara pada 7 Juni 2026 untuk kunjungan pribadi ke Eropa. Hingga 18 Agustus 2026 (72 hari kemudian), belum kembali. Pemerintah menyatakan Biya berada di Jenewa dan Swiss, namun tidak ada informasi detail tentang kesehatannya atau jadwal kepulangan. Biya menjadi presiden Kamerun sejak 1982, berkuasa selama 44 tahun, membuatnya kepala negara tertua di dunia. Kehadirannya yang lama tak kembali menimbulkan pertanyaan tentang kondisi sebenarnya dan siapa yang menjalankan pemerintahan. Pendukungnya menilai Biya sebagai penjaga stabilitas, sementara kritikus menyatakan dominasi politik yang berlebihan serta pembatasan kebebasan sipil.
Bagikan
Berita terkait
Presiden Tertua di Dunia Pamitnya Kunjungan Singkat ke Eropa, tapi Sudah 2 Bulan Tak Pulang
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 10.42
Presiden Tertua di Dunia Sudah 71 Hari Kunjungan ke Eropa tapi Tak Pulang-pulang, Ada di Mana Dia?
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 10.34
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Presiden Tertua Bikin Heboh, "Pelesir" ke Eropa dan Tak Pulang-Pulang
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.10