Program E20 Jadi Rencana Pemerintah 5 Tahun ke Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia merencanakan peningkatan penggunaan bahan bakar nabati, termasuk campuran bensin dengan 20 persen bioetanol (E20), sebagai bagian dari strategi transisi energi dalam lima tahun ke depan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan optimisme bahwa produksi E20 dapat berhasil diikuti setelah keberhasilan penerapan biodiesel 50 persen (B50). Penggunaan energi terbarukan bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menciptakan lapangan kerja baru. Zulhas menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan dan bahan bakfu nabati harus mendukung transformasi ekonomi yang berkelanjutan, sambil memastikan ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan. Pemerintah juga sedang membangun pasar karbon yang kredibel dan transparan untuk menarik pembiayaan internasional dalam mendanai inisiatif energi hijau ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 22.40
Kebutuhan Listrik Industri Melonjak, PLN Didorong Andalkan Energi Terbarukan
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 19.15
Zulkifli Sebut Indonesia Menuju E20 dalam 5 Tahun
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.30
Indonesia Siapkan Pembangunan PLTN Berkapasitas 7 GW
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 16.45
Asia Pasifik Sumbang Separo Investasi di Transisi Energi, Anindya Bakrie Sebut Peluang untuk RI
Berita terkait
Bahlil Diangkat Jadi Menko, Geo Dipa Punya Harapan Baru Percepat Transisi Energi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
RI Butuh Investasi Rp17.982 T Bangun Energi Terbarukan hingga 2060
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 07.52
Airlangga: Ekonomi Hijau Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2-3%
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.15
88% Potensi Panas Bumi RI Belum Dimanfaatkan, Industri Dorong Percepatan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.12