Purbaya Bongkar Potensi Biaya Ongkir Jadi Mahal, Colek Kemenhub
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas aduan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) terkait kenaikan ongkir logistik akibat ketiadaan standarisasi biaya kargo udara. Asperindo, yang mewakili lebih dari 350 perusahaan kurir dan logistik dengan sekitar 6 juta tenaga kerja, mengidentifikasi dua masalah utama. Pertama, biaya Jasa Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos (JASPER), Jasa Terkait Bandar Udara (JASTER), dan Standard Ground Handling Agreement (SGHA) dianggap menduplikat biaya yang sudah dikenakan oleh Regulated Agent (RA). Kedua, perbedaan standar perhitungan berat volumetrik antar maskapai, seperti penggunaan pembagi 5.000 versus 6.000, menyebabkan kenaikan chargeable weight hingga 20% untuk barang ringan dan besar, membebani pelaku usaha khususnya UMKM dan e-commerce.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 02.11
Menkeu Tindak Lanjuti Aduan Asperindo soal Biaya dan Berat Kargo Udara
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.00
Tekan Biaya Logistik, Purbaya Minta Aturan Kargo Udara Dikebut
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.48
Purbaya Ancam Periksa Pajak InJourney Aviation Service Buntut Polemik Biaya Kargo
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.21
Purbaya Bakal Periksa Pajak InJourney Habis-habisan Buntut Biaya Logistik
Berita terkait
Purbaya Dorong Penguatan Tata Kelola Pajak & Efisiensi Biaya Logistik
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.21
Purbaya Soroti Biaya Logistik Rp 4 Triliun, 70% Mengalir ke Luar Negeri
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.30
Rute Singapura & Australia Merajai Penerbangan Internasional di Bandara Bali
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.13
11 Tahun J&T Express: Perkuat Ekosistem Logistik, Layanan hingga Ciptakan Dampak Berkelanjutan
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 09.54