Purbaya Ungkap AS Tiru RI Kelola Tekanan Pasar Surat Utang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan pembelian kembali (buyback) surat utang Amerika Serikat untuk meredam ketidakstabilan pasar mengkonfirmasi bahwa strategi serupa sudah diterapkan Indonesia dengan standar internasional. Indonesia melaksanakan buyback SBN senilai Rp 600 miliar dalam 5 hari pada Mei 2026 melalui skema Bond Stabilization dengan dana APBN, menggunakan pagu harian Rp 2 triliun. Di samping itu, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan skala operasi buyback surat utang bertenor panjang dari US$2 miliar menjadi minimal US$4 miliar per operasi pada periode September-November 2026 untuk menambah likuiditas pasar. Kebijakan ini diambil setelah pasar obligasi AS mengalami aksi jual besar yang menyebabkan yield surat utang 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, dipicu kekhawatiran investor atas kondisi fiskal AS dan ketegangan geopolitik. Total utang publik AS mencapai US$32 triliun dengan US$5,5 triliun berupa obligasi tenor 20-30 tahun per Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Menguat, Analis Prediksi Bisa Tembus 17.750 per Dolar AS
Berita terkait
Perkuat Peran Perbankan, BRI Dukung Kebijakan Penempatan Dana SAL
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.09
Purbaya Siapkan Jurus Baru Biar Ekonomi RI Tembus 6% di Akhir 2026
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.11
BEI Ubah Harga Minimum Saham, Terendah Tak Lagi Gocap
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.39
BEI Godok Aturan Penghapusan Batas Minimum Harga Saham Rp 50
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 15.07