Pusham UII Menuntut Transparansi Pembahasan RUU HAM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII) mendesak pemerintah segera mempublikasikan naskah terbaru Rancangan Undang-Undang tentang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) kepada publik. Dalam pernyataannya, Pusham UII menilai proses pembahasan RUU HAM yang tertutup dan terkesan terburu-buru berpotensi menjadikan dokumen ini sekadar alat legitimasi institusional dan anggaran biaya pemerintah, bukan instrumen perlindungan HAM yang substanstif. RUU HAM telah melalui tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan akan segera diserahkan ke Kementerian Sekretaris Negara untuk selanjutnya dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, hingga kini pemerintah belum merilis versi akhir draf pascaharmonisasi tersebut. Direktur Pusham UII, Despan Heryansyah, menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang belum transparan. Menurutnya, partisipasi masyarakat sipil dan akademisi yang fokus pada isu HAM masih terbatas dan tidak memadai. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak untuk terlibat secara aktif dalam proses perencanaan, perumusan, dan pembahasan RUU tersebut. Selain isu transparansi, Pusham UII juga menyoroti adanya penolakan terhadap RUU ini dari berbagai jaringan masyarakat sipil, termasuk Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Menurut kelompok-kelompok tersebut, RUU HAM yang sekarang bersifat belum komprehensif dan belum mampu merespons sepenuhnya isu-isu terkait perlindungan perempuan dari diskriminasi serta kelembagaan yang relevan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.01
RUU HAM Dinilai Berpotensi Lemahkan Perlindungan Masyarakat Adat
Berita terkait
Cegah Kejahatan AI Lewat RUU HAM, Menteri Pigai: “Pikiran Saya Bisa Dicuri Orang Lain”
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.05
Wamen HAM: Negara Terbuka pada Kritik dan Partisipasi Publik di Pembangunan
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 16.45
Aktivis Bakumsu dan Akademisi USU Dukung Perubahan UU HAM: Sudah Seperempat Abad Lebih
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 18.36
Wamen HAM Soroti Keamanan dan Kualitas Pelaksanaan Program MBG
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 22.40