Qatar Sebut Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 2%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia turun tajam sebesar 2% pada perdagangan Selasa (4/8/2026) setelah Qatar menyatakan proses mediasi antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan positif. Hal ini mendorong optimisme pasar bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz bisa segera dibuka kembali, sehingga mengurangi premi risiko terhadap pasokan energi global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengungkapkan bahwa negosiasi diplomatik telah mencapai tahap yang sangat maju dengan koordinasi bersama Pakistan dan Oman. Namun, pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan resmi dengan AS, menegaskan komunikasi hanya terjadi melalui Oman terkait isu Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut ini sebagai "kesempatan terakhir" Iran untuk mencapai kesepakatan.
Selat Hormuz, yang menjadi lintasan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam dunia, masih mengalami gangguan. Sebuah insiden melibatkan kapal kargo yang terkena proyektil di dekat selat tersebut, menyebabkan evakuasi awak dan satu pelaut hilang. Iran tetap menuntut kendali penuh atas Selat Hormuz, menolak pengelolaan bersama yang diusulkan oleh Oman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.58
Kisah Kru Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro Dari Selat Hormuz ke Tanah Air
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.25
Harga Minyak Naik ke US$80, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.17
Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Hormuz Tak Dibuka Segera
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$90 per Barel Pekan Depan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Eritrea Intip Peluang di Laut Merah sebagai Alternatif Selat Hormuz
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.35