Rakernas KSBSI Soroti 123 Ribu PHK, Dorong Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menyoroti tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 123 ribu pekerja hingga Juni 2026, berdasarkan data dari Apindo dan BPJS. Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, menyampaikan hal ini dalam penutupan Rakernas di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus. KSBSI mendesak pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja yang layak dan memastikan transisi yang adil bagi para pekerja yang terdampak PHK.
Selain isu PHK, KSBSI juga mengadvokasi pembahasan RUU Ketenagakerjaan melalui aksi damai. Elly menegaskan bahwa Koalisi Buruh Perjuangan Indonesia akan terus memperjuangkan tuntutan tersebut secara non-violent. Ia menekankan pentingnya dialog dan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan hubungan industrial, agar tidak hanya fokus pada penuntutan tetapi juga pencarian solusi yang inklusif.
KSBSI berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan memberikan perlindungan yang memadai bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 19.31
Kapolri Listyo Sigit Jadi Anggota Kehormatan KSBSI, Diminta Perkuat Perlindungan Buruh
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.27
Buruh Mendesak DPR Memasukkan Jaminan Pesangon dalam RUU Ketenagakerjaan
Berita terkait
Di Tengah Isu PHK, Investasi Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja Baru
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 20.22
Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab PHK Massal Garmen di Cimahi
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 19.00
Apindo Bidik Industri MRO Jadi Mesin Baru Cetak Lapangan Kerja
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 03.45
6 Isu Penting dalam RUU Ketenagakerjaan: Outsourcing-PHK
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 09.00