Ramai-Ramai Pengusaha Minta Pemerintah Buka Ekspor Nikel-Timah Cs
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pelaku usaha pertambangan mendesak pemerintah segera membuka kembali ekspor produk mineral seperti nikel dan timah yang tertahan akibat pemeriksaan kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ). Mereka mengeluhkan belum adanya kepastian regulasi mengenai LTJ, yang merupakan mineral ikutan dengan kadar kecil, sehingga menghambat ekspor dan menimbulkan kerugian besar bagi industri.
Data penting yang disampaikan termasuk harga sulfur yang melonjak dari sekitar US$220 per ton pada 2025 menjadi US$1.200 per ton, meningkatkan biaya produksi industri nikel. Selain itu, sekitar 120 kapal tidak bisa berlayar karena belum mendapat izin ekspor dari pelabuhan, berdampak pada aktivitas usaha dan pendapatan pemerintah.
Para pengusaha menekankan perlunya regulasi yang jelas untuk pengelolaan LTJ, termasuk parameter teknis dan standar pengujian yang sama bagi semua pelaku industri. Tanpa kepastian, hambatan ekspor terus berlanjut, menghambat pemulihan dan pertumbuhan sektor pertambangan.
Bagikan
Berita terkait
Ekspor Nikel Cs Disetop Gegara LTJ, Pelaku Usaha Desak Ini
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.44
Bahlil Buka Suara soal Eskpor Tertahan Karena Aturan Logam Tanah Jarang
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.30
Heboh Ekspor Nikel-Timah Disetop Gegara LTJ, Ini Keputusan Pemerintah
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.20
Ekspor Nikel Terhambat LTJ, Pelaku Usaha Minta Kepastian Standar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.00