Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ramai-Ramai Pengusaha Minta Pemerintah Buka Ekspor Nikel-Timah Cs

Pelaku usaha pertambangan mendesak pemerintah segera membuka kembali ekspor produk mineral seperti nikel dan timah yang tertahan akibat pemeriksaan kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ). Mereka mengeluhkan belum adanya kepastian regulasi mengenai LTJ, yang merupakan mineral ikutan dengan kadar kecil, sehingga menghambat ekspor dan menimbulkan kerugian besar bagi industri.

Data penting yang disampaikan termasuk harga sulfur yang melonjak dari sekitar US$220 per ton pada 2025 menjadi US$1.200 per ton, meningkatkan biaya produksi industri nikel. Selain itu, sekitar 120 kapal tidak bisa berlayar karena belum mendapat izin ekspor dari pelabuhan, berdampak pada aktivitas usaha dan pendapatan pemerintah.

Para pengusaha menekankan perlunya regulasi yang jelas untuk pengelolaan LTJ, termasuk parameter teknis dan standar pengujian yang sama bagi semua pelaku industri. Tanpa kepastian, hambatan ekspor terus berlanjut, menghambat pemulihan dan pertumbuhan sektor pertambangan.

Berita terkait